Campus Leaders Program

Campus Leaders Program merupakan program magang yang diperuntukkan bagi mahasiswa semester akhir. Program magang ini tidak hanya untuk memberikan pengalaman keilmuan namun juga mengasah empati sosial, sehingga mampu menjadi pemimpin muda yang penuh empati.

Campus Leaders Program batch ketiga sedang berjalan. Untuk pendaftaran batch selanjutnya akan diinformasikan melaui website bcf.or.id dan akun media sosial BCF.

READ MORE

Policy Studies

Policy Studies Program is a program organized by the Bakrie Center Foundation in partner with 12 universities in Indonesia to conduct an analysis of the conditions and the situations of South East Asia lately. The results of this analysis will then be published in a paper published by the mass media.

This program is the fulfillment of the purpose of the BCF as a foundation to the Indonesian people to think broader in scope ASEAN.

READ MORE

Anindya Bakrie, si anak badung yang jadi pebisnis ulung

MERDEKA.COM. CEO Bakrie Global Ventura, Anindya Bakrie, bercerita saat muda tak pernah terpikirkan olehnya untuk menjadi seorang pebisnis seperti saat ini. Jalan hidupnya berubah saat krisis ekonomi menimpa Indonesia pada 1997.

Putra dari taipan Aburizal Bakrie ini mengaku awal karirnya di kancah bisnis dimulai saat dirinya memutuskan untuk bersekolah di luar negeri.

“Waktu kecil SMP/SMA cukup bandel dan nakal. Ibu saya mengatakan kamu ke depan mau jadi apa? Kamu kan generasi ketiga. Saya paksa kelas 3 SMA di luar negeri dan berat karena bahasa Inggris saya pas-pasan,” ungkap Anindya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (22/3).

Tidak ingin kalah dengan sang Ayah, Anindya mengambil program insinyur dan berhasil mendapatkan pekerjaan di pusat bisnis Amerika Serikat, Wall Street, New York.

Tak lama, krisis melanda Tanah Air pada 1997-1998. Kondisi ini mewajibkan Anindya untuk kembali ke Indonesia membantu bisnis keluarga keluar dari krisis.

“Sedang enak bekerja di sana, ada krisis keuangan. Jadi kita pulang ke Indonesia karena diminta sebagai anak untuk membantu bisnis keluar dari krisis. Kemudian kembali lagi ke Stamford untuk berkuliah,” papar Anindya.

Kini krisis sudah lewat dan dirinya memutuskan untuk tetap berkarir di Indonesia.

Anindya bercerita, berdasarkan pengalaman dirinya menghadapi seluk beluk sekolah dan berkarir di luar negeri, membuatnya yakin bahwa hanya kebulatan tekad dan kemauan yang bisa mendorong seseorang sukses di luar negeri.

“Sekolah di Amerika bisa menjadi sarana. Kita lihat selama ini kalau ke Amerika masalahnya mahal dan susah. Jadi tantangan menurut saya kemauan. Relasi Indonesia dan AS lagi bagus-bagusnya jadi jangan sampai tidak digunakan kesempatan ini,” ungkap Anindya.

 

READ MORE

Motor Bakrie Center Foundation

INILAH.COM, Jakarta – Generasi ketiga konglomerat sudah mulai mengambil alih posisi orangtuanya. Tak terkecuali di keluarga Bakrie.
Adalah Anindya N Bakrie yang menjadi motor di generasi ketiga keluarga ini dengan pandangan yang jauh lebih mendunia.

Tumbuh dalam dunia yang sudah modern dengan pendidikan yang lebih berwawasan keluar, Anin (begitu dia biasa dipanggil kawan-kawannya) tahu betul bahwa pendidikan dan wawasanlah yang membuat sebuah bangsa memasuki persaingan dunia ini dan memenangkannya.

“Dua hal itu (pendidikan dan wawasan) yang kami terima di keluarga kami yang membuat kami bisa seperti ini,” ujar Anin kepada pers di Jakarta baru-baru ini. Menyadari itu, lanjut Anin, kami di generasi ketiga memandang bahwa Bakrie, sebagai keluarga dan sebagai usaha bisnis, harus berbuat banyak di bidang ini. “Lahirlah Bakrie Center Foundation.”

Bakrie Center Fondation benar-benar lahir dari pemikiran generasi ketiga keluarga Bakrie, melengkapi usaha-usaha pendidian sebelumnya, seperti Yayasan Pendidikan Bakrie dan Bakrie Learning Center.

Bakrie Center memberikan bea siswa untuk pascasarjana dan yang tak kalah menariknya, riset kebijakan stategis. Untuk yang disebut terakhir itu, dua pusat kajian telah didirikan: Bakrie Chair for South East Asian Studies yang didirikan di Washington DC pada 26 Juli 2010. Riset Center ini bekerja sama dengan Carnegie Endowment for International Peace, sebuah lembaga think tank prestius di AmerikaSerikat.

Carnegie Endowment didirikan oleh pengusaha Andrew Carnegie padatahun 1910 dan mempunyai cabang di Moskow, Beirut, Beijing dan Brussel. Center kedua didirikan di Singapura, November 2010, bernama Bakrie Professorship in Southeast Asian Policy.

Center ini bekerja sama dengan S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Duduk sebagai Chairman Bakrie Professorship adalah MR Barry Desker yang pernah menjadi Duta BesarSingapura di Indonesia dan jugaDekandari RSIS.

Menurut Anin, pusat-pusat kajian ini bertujuan membantu mempromiosikan Indonesia di luar negeri. “Orang lain yang kita pakai untuk menjadi semacam juru bicara Indonesia. Pasti lebih didengar.”

Chairman Bakrie Center ini tentu saja penggagasnya sendiri, Anindya Bakrie yang menampatkan pendidikan strata duanya di Standford University.[ram]

READ MORE