Kunjungan Anindya Bakrie bersama Delegasi Kadin Indonesia ke Inggris Raya pada bulan Oktober 2021 lalu

JAKARTA – Bakrie Center Foundation (BCF) bergabung menjadi mitra strategis Global Health Security Consortium (GHSC) dan B20 Indonesia untuk menghadapi pandemi dan membentuk global health legacy. Kolaborasi ini diluncurkan setelah B20 Inception Meeting pada tanggal 27-28 Januari 2022 lalu.

“Pada kesempatan tersebut Pak Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pandemi harus dilihat bukan hanya sebagai masalah tapi juga ada peluang. Ada tiga peluang utama yaitu: transisi menuju green economy, trend digital economy yang makin pesat, dan reformasi arsitektur kesehatan global yang lebih responsif menghadapi pandemi. Yang terakhir ini menjadi konsen BCF dan GHSC,” kata Founder BCF Anindya Bakrie, dalam keterangan resminya.

Untuk diketahui, GHSC adalah sebuah konsorsium yang terdiri dari tiga institusi terkemuka di bidang kesehatan global yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Inggris Raya Sir Tony Blair. GHSC adalah kemitraan yang terdiri dari Tony Blair Institute for Global Change, Lawrence J. Ellison Institute for Transformative Medicine, dan kelompok periset dari University of Oxford.

GHSC bersifat independen dan memiliki keahlian dibidang politik, sains dan medis yang bertujuan untuk mendukung para pemimpin dunia untuk mengatasi pandemi Covid-19 secepat mungkin dan bersiap menghadapi berbagai tantangan kesehatan global di masa depan. Kelompok ini akan berkontribusi dalam perancangan berbagai kebijakan strategis dalam agenda kesehatan global.

Anindya menjelaskan, kolaborasi antara GHSC, B20 Indonesia dan BCF akan berfokus pada tiga pilar kunci kebijakan: memperluas akses vaksinasi bagi masyarakat global, baik vaksin Covid-19 dan penyakit menular lainnya; early monitoring dan early detection mutasi dan varian penyakit baru berbasis genomic sequencing; serta kemitraan riset dan investasi ilmu hayati antara negara-negara Global North dan Global South.

“Dukungan BCF untuk menjadi mitra strategis ini adalah bagian dari komitmen Bakrie Group, dalam perayaan ulang tahun ke-80 pada tahun 2022, untuk memulai babak baru perusahaan yang berorientasi 3 C – Climate, Covid-19, dan Capital trends,” jelas Anindya yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia (2021-2026).

Peran BCF sebagai mitra strategis GHSC dan B20 Indonesia, lanjut Anindya, juga merupakan langkah konkret tindaklanjut kunjungan Anindya Bakrie bersama Delegasi Kadin Indonesia ke Inggris Raya pada bulan Oktober 2021 lalu. Saat itu rombongan bertemu dengan Sir Tony Blair dan Sir John Bell dan berdiskusi mengenai kerja sama strategis di bidang kesehatan.

“Kemudian Sir Tony Blair juga melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada bulan November 2021 dalam rangka konsolidasi kerja sama di bidang kesehatan global yang didukung oleh BCF ini,” ungkap Anindya yang juga merupakan anggota dari B20 International Advocacy Caucus.

Kolaborasi tersebut akan dibawa dalam KTT G20 yang akan digelar tahun ini di mana Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menjadi tuan rumah dan presidennya. Dalam acara yang akan diselenggarakan di Jakarta, Bali, dan beberapa kota-kota lainnya pada bulan November 2022 itu, KADIN Indonesia ditunjuk sebagai organisasi penyelenggara B20 yang merupakan forum dialog antara G20 dan komunitas bisnis internasional.

B20 Indonesia yang bertema “Advancing innovative, inclusive and collaborative growth” telah dimulai secara formal dan publik dengan acara pendahuluan, atau B20 Inception Meeting, yang digelar pada 27-28 Januari lalu.

“BCF akan mendukung kemitraan GHSC dan B20 Indonesia dalam kerja sama di bidang pembentukan kerangka rekomendasi kebijakan-kebijakan peningkatan arsitektur kesehatan dunia sebagai faktor penting untuk mendukung pemulihan yang bersifat inklusif dan kolaboratif dari wabah Covid-19,” kata Anindya.

BCF, yang dipimpin langsung oleh Anindya Bakrie dan generasi ketiga keluarga Bakrie, didirikan untuk memajukan pengembangan sumber daya manusia untuk menggali potensi bangsa Indonesia. BCF merupakan salah satu organisasi filantropis Indonesia yang paling aktif di kancah internasional. Sepanjang sejarahnya, BCF telah menjembatani Indonesia dan dunia melalui Professorship dan Fellowship Bakrie di berbagai think-tank dan universitas berkelas dunia, seperti Carnegie Endowment for International Peace, Eisenhower Fellowship, Stanford University, Northwestern University, dan Nanyang Technological University.

Dalam bidang kesehatan khususnya pada penyakit menular, BCF sejak tahun 2018 mengupayakan peningkatan kapasitas bagi pegiat sosial yang bergerak di bidang TBC melalui program Leadership and Development Experience (LEAD Indonesia). Hingga saat ini BCF mendampingi 6 orang peraih fellowship yang bergerak di bidang pencegahan dan pendampingan pasien TBC. Selain pemberian donasi pengembangan lembaga, BCF juga meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam organisasi binaan.