Building Leaders

You are here : Home Indonesian Digest Bakrie Scholars Community Project Pemberdayaan Pengamen Usia Produktif

Pemberdayaan Pengamen Usia Produktif

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumberdaya alam, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Para pemuda yang seharusnya mendapatkan pekerjaan yang layak, banyak mereka harus berkeliaran di jalanan untuk berjuang mencari uang untuk menyambung hidup dan keluarga mereka. Banyak kota-kota besar yang memiliki permasalahan sosial yang begitu kompleks. Salah satu kota besar yaitu Bogor yang merupakan kota urban dimana memiliki permasalahan sosial seperti maraknya pengamen jalanan yang sebenarnya harus menjadi perhatian bagi pemerintah.

 


Salah satu kota besar yang menjadi permasalahan dalam kependudukan adalah Bogor yang merupakan pusat pendidikan, kuliner dan wisata sehingga memiliki permasalahan sosial yang kompleks. Salah satu permasalahan sosial yang dihadapi adalah maraknya pengamen jalanan di Bogor.  Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah penduduk Bogor tahun 2010 berkisar 950.334 jiwa. Berdasarkan data kependudukan menunjukkan bahwa Bogor memiliki penduduk yang cukup pesat sehingga akan mempengaruh tingkat angkatan kerja. Maka, dengan jumlah penduduk yang begitu pesat tentunya lapangan pekerjaan akan semakin sempit. Selain itu, persaingan kerja semakin ketat dengan kualifikasi pendidikan yang memadai. Hal ini menjadi gap bagi pengamen usia produktif yang sebenarnya harus mendapatkan pekerjaan yang layak.

Salah satu penyebab terjadinya permasalahan tersebut adalah rendahnya tingkat pendidikan. Pendidikan merupakan kebutuhan krusial yang harus dimiliki oleh seseorang untuk memperoleh kualitas hidup. Sebagian besar pengamen memiliki tingkat pendidikan yang rendah karena putus sekolah. Faktor  yang menyebabkan pengamen tidak memperoleh pendidikan yang memadai adalah masalah ekonomi. Mereka cenderung berasal dari keluarga yang tidak mampu sehingga memiliki kendala biaya sekolah. Hal ini membuat mereka tidak bersemangat lagi untuk menempuh pendidikan lagi karena tantangan hidup begitu besar.

Selain pendidikan, keterampilan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan masa depan seseorang untuk memperoleh pekerjaan yang layak ataupun berwirausaha. Sebagian pengamen tidak mempunyai keterampilan karena memiliki keterbatasan ekonomi. Selain itu, pemerintah tidak memberikan dukungan keterampilan kepada pengamen jalanan sehingga mereka tidak mampu bersaing di dalam dunia kerja ataupun usaha.

Lingkungan merupakan faktor penentu seseorang di dalam menentukan masa depan. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan pola pikir baik yang berasal dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial dimana mereka berinteraksi. Lingkungan keluarga berpengaruh besar terhadap psikologis seseorang. Keluarga yang bermoral dan berkualitas tentu akan menciptakan karakter  dan mindset seseorang menjadi lebih baik. Pembinaan orang tua terhadap anak-anak sangat berpengaruh dalam mendapat pendidikan yang memadai sehingga mereka memperoleh pekerjaan yang layak. Selain itu, lingkungan sosial juga berkaitan dengan interaksi sosial yang mempengaruhi pola pikir seseorang untuk menjadi seorang pengamen jalanan. Misalnya, anak tersebut lebih banyak bergaul dengan pengamen lainnya tentunya akan berpengaruh terhadap psikologis seorang anak yang cenderung akan ikut serta menjadi seorang pengamen.

Beberapa program yang dapat dilakukan sebagai usaha pemberdayaan pengamen usia produktif antara lain adalah :    
1.    Training keterampilan untuk pengamen usia produktif secara gratis
2.    Training kewirausahaan
3.    Membuka lapangan kerja berbasis kewirausahaan dengan merekrut pengamen sebagai karyawan sambil dibekali keterampilan.

 

Peserta LDGS 2014 Institut Pertanian Bogor