Merajut Asa Anak Jalanan Melalui Pendidikan dan Pemberdayaan Berbasis Lingkungan

Kegiatan Pengajaran Tingkat Sekolah Dasar (Dok.Yayasan Indonesia Hijau)
Kegiatan Pengajaran Tingkat Sekolah Dasar (Dok.Yayasan Indonesia Hijau)

Isu mengenai citra anak jalanan yang lekat dengan kriminalitas, putus sekolah, dan rantai kemiskinan menjadi latar belakang Riha Ahzarina dan rekan-rekannya dari Yayasan Indonesia Hijau mendirikan Rumah Peduli. Rumah Peduli merupakan sekolah informal yang diperuntukan untuk anak-anak jalanan dan anak pemulung dengan tujuan memutus rantai kemiskinan melalui pemberdayaan dan pendidikan. Di Rumah Peduli Riha dan para relawan memfokuskan kegiatan pendidikan untuk sekolah kejar paket B dan C bagi anak-anak yang tinggal di lapak pemulung di Kebagusan, Jakarta Selatan.

READ MORE

Gerakan Lanjut Kuliah: Memutus Mata Rantai Kemiskinan dengan Pendidikan

Press Release

19 Oktober 2020

Gerakan Lanjut Kuliah: Memutus Mata Rantai Kemiskinan dengan Pendidikan

Tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bahwa terdapat ketimpangan pendidikan dalam hal capaian rata-rata lama sekolah. Menurut data, kelompok termiskin hanya mampu menyelesaikan sekolah rata-rata selama 6,6 tahun atau setara dengan jenjang Sekolah Dasar. Adapun untuk kelompok ekonomi teratas, rata-rata lama sekolahnya dapat mencapai 11 tahun atau hanya setara 1 SMA. Hanya segelintir yang memiliki kesempatan dan akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Mendorong anak-anak kelas 12 untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terutama dari keluarga kurang mampu, merupakan aktivitas utama dari Slamet Riyadi, Penggagas Gerakan Ayo Kuliah di Provinsi Lampung yang juga merupakan Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan Provinsi Lampung. Slamet juga merupakan alumni penerima beasiswa S2 Bakrie Center Foundation 2012 dari Universitas Negeri Lampung dan Fellow Program LEAD Indonesia tahun 2018. Gerakan Ayo Kuliah (GAK) merupakan program inovasi pembinaan siswa PKH kelas XII/SMA/MA Sederakat yang berasal dari keluarga prasejahtera.

GAK ingin membantu pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas SDM untuk tujuan jangka panjang yakni memutus rantai kemiskinan dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Memulai gerakan ini sejak tahun 2017, kini GAK telah memiliki 9 wilayah kerja di Provinsi Lampung serta telah membantu 281 anak PKH diterima di PTN/PTKIN di Provinsi Lampung. Selain itu, GAK juga telah direplikasi di 4 Provinsi lainnya di Indonesia yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Hal serupa juga dilakukan Atih Ardiansyah, pendiri gerakan Cendekiawan Kampung. Cendekiawan Kampung adalah platform yang mempertmukan genius kampung dengan pemberi beasiswa. Cendekiawan Kampung bertujuan untuk menyiagakan Sumber Daya Manusia yang mumpuni berdasarkan pemetaan dan kebutuhan wilayah asal para genius kampung.

Saat ini, ada 6 klaster yang dikembangkan oleh Cendekiawan Kampung yaitu sektor pendidikan, pertanian, perikanan-kelautan, pariwisata, mitigasi bencana, dan kesehatan. SDM lokal dari keenam klaster tersebut harus disiapkan untuk menyelesaikan ketimpangan wilayah dan mendorong kemandirian, serta memutus mata rantai urbanisasi. 1,5 tahun berjalan, Cendekiawan Kampung berhasil menghantarkan 24 genius kampung yang berasal dari Banten (Kabupaten Pandeglang dan Serang) dan Maluku (Kabupaten Kepulauan Buru), untuk melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2.

Bakrie Center Foundation mengajak kalian untuk langsung bertemu dengan kedua orang inspiratif ini secara virtual melalui Webinar Meramu Ide: Gerakan Lanjut Kuliah untuk Semua. Catat waktunya, ya!

Hari/Tanggal      : Sabtu, 24 Oktober 2020

Waktu               : 10.00 – 12.00 WIB

LIVE Zoom. Daftarkan segera dirimu di https://bit.ly/gerakanlanjutkuliahuntuksemua untuk mendapatkan link zoom webinar.

 

Contact Person

Waode Rizky

PR & Communication Staff Bakrie Center Foundation

+6281519881767

waode.rizky@bcf.or.id

 

READ MORE

Diskusi Online: Timbang Menimbang Relaksasi PSBB

Publikasi Diskusi Online Timbang Menimbang Relaksasi PSBB

Pekan ini diskusi online #leadfightcovid19 akan membahas soal rencana kebijakan pemerintah untuk relaksasi PSBB. Banyak hal yang dipertanyakan dari wacana ini, salah satunya akankah ini menuju penerapan Herd Immunity sebagai cara untuk mengatasi COVID-19 di Indonesia? Apa saja plus minus jika kebijakan ini diterapkan? Siapkah Indonesia menghadapi segala risikonya? Yuk, daftarkan diri kamu di sini

 

fasdfasdfasf

READ MORE

Workshop: Peran Caregiver Bagi Penderita TBC saat Pandemi

 

Sejauh mana peran caregiver dan relawan TBC dalam memproteksi pasien TBC dari paparan Covid-19?

Kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi agar gizi dan pengobatan pasien tetap berjalan di tengah pandemi?

Bakrie Center Foundation berkolaborasi dengan TB Care Aisyiyah Sulawesi Selatan menghadirkan workshop online yang akan membahas apa saja yang perlu dilakukan caregiver dan relawan pasien TBC di tengah wabah agar penderita TBC bisa tetap mendapatkan pengobatan dengan layak. Dapatkan juga cara memproteksi penderita TBC dari paparan Covid-19.

 

 

READ MORE

Diskusi Online: Bahaya Burn Out Mengincar di tengah Pandemi

Pernahkan kita merasakan kondisi dimana secara fisik dan mental terasa sangat lelah? Terlebih saat ini kita berhadapan dengan pandemi yang penuh ketidakpastian. Kondisi ini dalam istilah psikologi kerap disebut dengan burn out   Dalam Diskusi Online #leadfightcovid19 kali ini kita akan lebih jauh mengenal istilah burn out, gejalanya, serta langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasinya agar performa dalam menjalani pekerjaan agar bisa selalu optimal.

READ MORE

Diskusi Online: Mengenal Karakter Virus Sars COV2 untutk Ketepatan Penanganan Pasien Covid19

Setiap negara, tidak ada yang benar-benar siap dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Hampir seluruh negara tak luput dari serangan virus yang menyerang sistem pernapasan ini. Para tenaga medis dan perawat pun belum benar-benar siap untuk penanganan di lapangan. Learning by doing, itulah yang kini sedang dilakukan bersama-sama. Untuk mengetahui karakter virus SARS-CoV-2 dan apa yang harus sesungguhnya ke depan kami mengundang rekan-rekan untuk bergabung dalam diskusi online Mengenal Karakteristik Virus SARS-CoV-2 untuk Ketepatan Penanganan COVID-19 bersama Kepala Departemen Epidemiologi FKM UI, Dr.dr.Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc

READ MORE

Diskusi Online: Peran Tenaga Medis & Keperawatan di Sulawesi Selatan Dalam Menangani Pandemi Covid19

Wabah COVID-19 sudah menjangkau hampir ke seluruh wilayah Indonesia. Ragam lapisan masyarakat bersatu padu untuk menghadapi bencana nonalam ini. Tenaga medis dan keperawatan menjadi pasukan yang berjaga di barisan terdepan. Namun, perlindungan diri bagi para tenaga medis dan keperawatan justru belum bisa dikatakan maksimal. Minimnya APD dan kesempatan rapid test bagi para tenaga medis dan keperawatan menjadi kekhawatiran bagi seluruh tenaga kesehatan saat ini. Terutama bagi tenaga kesehatan yang bekerja mengatasi COVID-19 di daerah.

READ MORE